• Workshop Desain Produk ITB di Musashino Art University, Tokyo

    Posted on January 23, 2014 by in Berita

    Bamboo-ITB-di-MAU-1

    Secara bergantian, Bamboo Design Workshop yang dilakukan di Bandung Maret lalu diadakan di Tokyo, 15-19Oktober 2013. Design workshop ini merupakan rangkaian kolaborasi antara Department of Industrial Design & Science of Design, Musashino Art University dengan Desain Produk FSRD ITB mengembangkan desain berbahan bambu.

    Sekelompok mahasiswa terpilih dari Desain Produk berangkat ke Jepang Oktober lalu dalam rangka workshop ini. Mereka terdiri dari 8 orang: Irfan Pramudya, Ausie Bara, Rayindra Wisaksono, Steven Kurniadi, Izzan Bacharrudin, Anggita Ghassani, Saphira Zahra, Achmad Erriansyah, dan Zulfikar Sahidurrahman. Kedelapan mahasiswa ini dipandu oleh Harmein Khagi yang mewakili staf pengajar. Selama di Jepang mereka ditandemkan dengan 8 mahasiswa Musashino Art University (MAU), mengusulkan konsep desain fasilitas publik dari bahan bambu yang sesuai dengan kebutuhan perkotaan di Jepang maupun Indonesia. Selama workshop mereka dibimbing oleh Prof. Sinichi Ito (Industrial Design), Prof. Takaaki Bando (Science of Design), dan Dr. Dudy Wiyancoko (ITB /yang saat itu menjadi Profesor Tamu di MAU).

    Bamboo-ITB-di-MAU-2

    Partisipan design workshop Indonesia-Jepang ini bekerja selama hampir seminggu ini dibagi dalam tiga grup. Tahapan kerjanya adalah: survei lapangan, konsep desain, dan presentasi. Untuk tahap survei lapangan dilakukan di berbagai tempat di Tokyo, misalnya di: Kaminari-gate Asakusa, Tokyo Sky-tree, Shinjuku-Harajuku, dan lain-lain. Dari hasil survei lapangan ini ketiga grup mengusulkan beberapa ide desain. Pertama adalah desain fasilitas publik untuk pencurahan hati. Ide ini bertolak dari kebutuhan masyarakat perkotaan yang secara psikis semakin kesepian dalam keramaian kehidupan kota. Ide kedua adalah sarana bertemu (meeting point) yang unik karena berupa divider bambu yang lentur dan menuntut orang satu sama lain untuk saling berinteraksi saat menggunakannya. Yang ketiga adalah fasilitas publik semacam halte bus yang struktur dindingnya bisa dimanfaatkan untuk meletakkan barang bawaan atau sekedar melepas lelah.

    Foto-Bersama-Bamboo-WS-ITB-di-MAU-2013

    Pada saat workshop berlangsung, di beberapa sudut ruang kerja dipamerkan beberapa karya desain produk bambu kontemporer dari ITB semisal bangku bambu yang bisa dilipat-ringkas menjadi sebidang papan (flatpack stool), sarana bermain dari bilah-bilah bambu yang bisa dilipat dan dibawa-bawa, dan sebagainya. Dengan adanya produk-produk yang dipamerkan ini menjadikan hasil desain dari workshop ini makin beragam dan potensial untuk dikembangkan lebih lanjut. Selain itu, persahabatan antara mahasiswa desain produk Indonesia dan Jepang, khususnya para partisipan, menjadi makin erat.

Comments are closed.