• Desain Kursi Rotan Anastasia Sulemantoro Juara di IFDA 2014

    Posted on September 2, 2014 by in Berita
    Kursi Anastasia 1 Kursi Anastasia 2e

    Anastasia Sulemantoro memenangkan kompetisi IFDA (Indonesia Furniture Design Award) 2014. Anas, demikian nama panggilannya adalah alumni mahasiswi Desain Produk dan berkiprah sebagai furniture designer. Desain produknya yang menjadi juara adalah kursi rotan berjudul “Takhta”.

    Kompetisi IFDA 2014 adalah kompetisi tahunan nasional yang ke-7, yang diadakan oleh Kementerian Perindustrian bekerjasama dengan AMKRI (Asosiasi Mebel dan Kerajinan Indonesia). Tujuan dari kompetisi ini adalah sebagai wadah bagi desainer produk Indonesia untuk unjuk kemampuan dalam meningkatkan nilai tambah dari pemanfaatan material lokal rotan dan kayu.

    Desain kursi Anastasia berjudul “Takhta” merupakan kursi yang digunakan untuk berkumpul dan bersantai sembari minum teh. Targetnya adalah digunakan di café atau restoran sejenis bistro atau butik di mana para anak muda dan komunitas kreatif berkumpul untuk nongkrong dan ber-selfie sekaligus diunggah ke media sosial. Oleh karena itu Anastasia berharap kursi “Takhta”-nya tidak sekedar sebagai sarana duduk, namun menjadi salah satu elemen interior yang unik yang mendukung tampilan busana penggunanya.

    Nama “Takhta”, menurut Anastasia, terinspirasi dari pepatah jaman dahulu yang memberi arti “pelanggan adalah raja”. Istilah “takht/takhta” berasal dari bahasa Persia yang menunjuk ke sejenis furnitur untuk “berkumpul dan bersantai dengan minum teh”.

    Selain bentuk dan kombinasi materialnya, keunggulan desain “Takhta” ini adalah pada detail sambungan yang bergaya “windsor chair” yaitu memanfaatkan sistem tenon-mortis untuk mempertemukan detail rotan dan kayu. Selanjutnya, di bagian sandarannya dibuat melengkung mengikuti bentuk punggung untuk menambah kenyamanan duduk.

    Bagi Anastasia yang memang tertarik ke furnitur rotan sejak mahasiswi tingkat tiga, kemenangannya di IFDA ini adalah hasil perjuangan kerasnya dari tahun ke tahun. Kompetisi 2014 adalah partisipasinya yang ke-5, yang di kompetisi sebelumnya ia hanya sampai di tahap 18 besar. Kini berkat konsistensi dan semangatnya untuk terus mengembangkan diri, Anastasia berhasil menjadi sang juara. Selamat untuk Anastasia dan terima kasih telah memberi teladan. (DW)

Leave a Reply