• Casio Design Collaboration, Tokyo 2014

    Posted on June 26, 2014 by in Berita

    Presentation Casio
    Pada tanggal 12 Juni 2014 di Casio building Tokyo, mahasiswa Desain Produk ITB yang tergabung dalam Tim Casio Design Collaboration mempresentasikan desain mereka yang bertemakan Digital Music Instrument. Tim initerdiri dari 12 mahasiswa, yakni: Irfan Pramudya, Rayindra Wisaksono, Rahma Fauziah, Anggita Ghassani, Saphira Zahra, Zulfikar Syahiddurahman, Ricky Rama, Dhientia Andani, Bhaskara Vishnu, Izzan Bacharuddin, Achmad Eriansyah, dan Aussie Bara. Tim ini dipandu oleh Dr. Dudy Wiyancoko (ITB), Prof. Kenta Ono (Chiba University) dan design advisor dari Casio Design Center, yaitu: Koji Nishimoto, Masaki Hayashi dan Hideki Sakurai.

    Kolaborasi ini berjalan selama 4 bulan (Januari – Juni 2014) sebagai kolaborasi yang pertama kali antara pihak Casio Computer Industry dan ITB. Aktivitas yang dilakukan terutama dalam hal riset pengembangan desain, dengan pendekatan user experience design. Dalam prosesnya, Tim Casio DP ITB dan mahasiswa desain produk dari Chiba university melakukan survey awal tentang kebiasaan, perilaku, dan nilai-nilai gaya hidup pengguna muda usia 20-30 tahun, terkait dengan alat musik digital, dalam kedudukan mereka baik sebagai pemusik, musisi, pendengar maupun pemerhati musik. Dari hasil survey ini kemudian dilanjutkan dengan analisis desain untuk menentukan segmentasi pengguna, merumuskan persona, dan penyusunan konsep desain.

    Presentasi akhir konsep desain dilaksanakan oleh Tim Desain dari Desain Produk ITB di Main-hall Casio Building, Shibuya-Tokyo. Acara ini dihadiri oleh pimpinan Casio, pimpinan divisi konsumen dan para staf Casio Design Center yang pada intinya merupakan acara diskusi untuk menghasilkan produk inovatif Casio di masa mendatang. Presentasi dibuka oleh Dr. Dudy Wiyancoko sebagai pengantar.Kemudian dilanjutkan dengan penjelasan tentang instrument musik di Indonesia, dan perkembangan gaya hidup para pemuda peminat musik. Acara intinya adalah presentasi oleh setiap sub-tim untuk masing-masing konsep desain instrument musik digital. Konsep ini diarahkan agar memiliki potensi besar untuk diproduksi dan diterima pasaran alat musik global.Selanjutnya disampaikan pula beberapa kata kunci penting yang menjadi inspirasi desain, yakni besarnya kecenderungan anak muda untuk ber-selfie, melakukan karaoke secara group, dan berkomunikasi melalui media sosial.Presentasi yang berlangsung selama 5 jam ini mendapat pujian dan respon yang baik, sehingga pimpinan Casio berniat untuk membina kerjasama yang berkelanjutan dengan berkunjung langsung ke ITB pada awal September 2014.

    Presentasi Irfan SaphiG-Shock Pres

    Seusai melakukan presentasi, Tim Mahasiswa Casio-DesainProduk ITB ini disuguhkan berbagai penjelasan tentang proses mendesain jam tangan dan camera Casio. Mereka juga menerima bingkisan G-Shock, dan dijamu makan malam oleh staf Design Center.Seusai acara ini, para mahasiswa tetap tinggal selama 12 hari di Jepang untuk mempelajari budaya keseharian dan menikmati kehidupan Tokyo.(*)

    Jamuan Makan Casio

Leave a Reply